anatomi dan perawatan kamera SLR

Selamat berjumpa kembali pada modul ini, . jika anda mempunyai kamera SLR, siapkanlah kamera anda. Perhatikan dengan seksama setiap sisi kamera yang mempunyai bagian – bagian tertentu, untuk memudahkan anda dalam mempelajari uraian kegiatan belajar 2 ini.

Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul kegiatan belajar 2 ini anda diharapkan dapat memahami Anatomi dan Perawatan Kamera SLR denga benar.
Tujuan Instruksional Khusus
Dengan modul kegiatan belajar  ini anda diharapkan dapat menyebutkan hal – hal berikut :
  1. Bagian-bagian atas kamera SLR.
  2. Bagian-bagian bawah kamera SLR.
  3. Bagian-bagian depan kamera SLR.
  4. Bagian-bagian belakang dan tutup belakang kamera SLR.
  5. Perinsip kerja kamera SLR.
Perawatan kamera SLR.
Pelajari dan amatilah kegiatan belajar ini dengan baik. Selamat mengikuti uraianberikut ini.

Uraian
Anatomi kamera SLR mempunyai bagian-bagian tertentu untuk itu coba anda perhatikan gambar-gambar kamera berikut dengan memperhatikan nama-nama bagiannya.

Perinsip Kerja Kamera SLR
  1. Kamera SLR mempunyai beberapa prinsip kerja yaitu :
  2. Cahaya masuk melalui lensa.
  3. Sebelum rana dibuka, cahaya dipantulkan cermin menuju pentaprisma untuk dibalikan karena pada dasarnya bayangan yang masuk kedalam kamera itu terbaik dari keadaan sesungguhnya.
  4. Ketika rana dibuaka ( pelepas rana ditekan ), secara bersamaan diagfragma yang udah diatur besarnya menutup ke posisi yang ditentukan. Cermin menutup dan rana membuka ( selama yang ditentukan p[engatur kecepatan rana ).
  5. Cahaya yang masuk terekan pada film yang merupakan bahan peka cahaya.
  6. Cermin, rana dan diafragma kembali keadaan semula setelah waktu yang kita atur pada pengatur kecepatan rana habis.

Perawatan kamera SLR
Sebuah kamera menuntut pemeliharaan pemiliknya, perhatikanlah petunjuk-petunjuk mengenai pemeliharaan kamera seperti diuraikan dibawah ini :
  1. Jangan sekali-kali memperbaiki kamera sendiri. serahkan hal itu kepada ahlinya. Bila memunkionkan kirim kembali ke pabriknya.
  2. Kamera ada tasnya, disinilah tempat yang amanbagi kamera. Tas itu dapat melindungi kamera dari benturan-benturan. Bila kamera tidak dipakai maka tutuplah tas itu.
  3. Selama mencari sasaran, jangan biarkan lensa terbuka. Pasanglah tutup lensa, agar terhindar dari debu, pasir ataupun yang lainny. Jika ada debu yang halus, apalagi sebutir pasir menempel pada permukaan lensa akibatnnya bisa fatal. Jika tidak hati-hati membersihkannya, butir debu atau pasir bisa menggores permukaan lensa. Goresan ini tidak dapat hilang dan akan terus ada pada tiap foto yang dihasilkan.
  4. Lensa tidak boleh kena air. Setetes air yang menempel pada permukaan lensa akan meninggalkan bekas putih sesudah kering dan akan jelas terlihat pada foto nantinya bersihkan lensa jika ada bekas putih itu.;
  5. indari lensa dari jari yang berminyak. Bekas minyak akan tergambar di hasil cetak foto. Bila minyak itu mleket lama pada lensa, permukaan lensa akan rusak dan berjamur.
  6. Membersihkan lensa ada caranya. Mula-mula tiuplah debu yang melekat pada permukaan lensa atau sapu dengan kuas halus khusus lensa, kemudian hapus atau gosok perlahan menggunakan kain khusus lensa, jangan menggunakan kain sembarang karena kain sutra sekalipun dapat mempunyai sifat menggores pada lensa dan untuk penggunaan terbaik gunakan cairan khusus.
  7. Lensa bisa berjamur kalau terlalu lama tidak dipakai, simpanlah kamera jika tidak dipergunakaan di dalam Dry Box .
  8. Jauhkan kamera dari udara dari panas, jangan letakan di ruang yang terkena matahari lamgsung, misalnya ruang kemudi pada kendaraan.




Sejarah Photography

Asal Mulanya Photography
Fotografi seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari penemuan. Yang pertama dalam bidang ilmu alam menghasilkan kamera, yang kedua dalam bidang kimia menghasilkan film. Asal mulanya kedua penemuan itu tidak ada hubungannya satu sama lain dan sebelum masing – masing sampai kepada kesempurnaannya seperti yang telah kita kenal sekarang serta melahirkan penemuan baru yaitu fotografi, telah panjang yang ditempuh baik oleh kamera maupun oleh film.

kamera Obscura       
Berabad – abad yang lalu orang telah mengetahui bahwa kalau cahaya lurus dari sebuah lobang kecil kedalam sebuah ruangan yang gelap maka pada dinding dihadapannya kelihatan bayangan dari apa yang ada dimuka lubang itu. Hanya dalam keadaan terbalik, yang diatas kebawah dan sebaliknya. Ruangan seperti itu disebut “ Kamera Obscura “ yang artinya tidak lain dari pada kamar gelap. Dari perkataan kamera obcura itulah lahir perkataan kamera, nama yang diberikan untuk alat pemotret.
Inilah yang mula – mula disebut Kamera Obscura ( kamera = kamar, Obscura = gelap ), yaitu sebuah ruangan yang gelap dengan lubang kecil pada salah satu dindingnya.
Siapa yang mula – mula membuat kamera obscura berupa alat untuk “menangkap“ bayangan tidak dapat dipastika. Banyak ilmuwan yang pada zamannya menulis tentang alat itu termasuk Ibnu al Haitam, Roger Bacon, Copernicus, Kepler, Leonardo da Vinci, Newton dan Descartes. Giovanni Battista Della Porta adalah orang pertama yang melengkapi alat kamera obscura dengan sebuah lensa sederhana.

Pinhole Kamera
Dalam bentuknya yang paling sederhana, alat untuk memotret berupa sebuah kotak yang tertutup dengan sebuah lubang pada salah satu dindingnya. Dalam bahasa aslinya kamera ini disebut “ Pinhole Camera “ yang artinya lubang jarum. Pada pinhole kamera tidak terdapat lensa melainkan lubang sebesar ujung jarum. Lubang yang kecil itulah yang meluluskan cahaya untuk penyinaran.
Gambar menunjukan sebuah pinhole kamera dengan lubang sebesar ujung jarum untuk meluluskan cahaya penyinaran. Yang menjulur ke bawah gunanya untuk menutup lubang.

Bahan Peka
Apakah anda mengetahui bahan apa yang digunakan dalam memotret. Yang pasti apapun kamera yang digunakan, yang sederhana atau yang mutakhir, kita tidak dapat memotret. Bila perak nitrat dicampur kapur lalu terkena cahaya akan berubah, mula – mula merah tua lalu lembayung biru. Dengan menyinari campuran itu pada cahaya maka memotret kalau tidak ada bahan yang peka akan cahaya. Kalau bahan peka itu seperti yang terdapat pada film sekarang telah disinari dan kemudian dicuci, bahan peka itu menghasilkan negatif. Dari negatif dicetak gambar positif yang bernama foto. Baik pada negatif maupun pada foto, gambar hitam-putih dibentuk oleh berjuta-juta butir perak logam.
Adapun bahan kimia yang peka akan cahaya sudah diketahui orang sebelum abad ke 12 Zuber seorang ahli kimia bangsa Arab telah menemukan perak nitrat yang peka akan cahaya, kemudian Carl Wilhelm Scheele menemukan bahwa perak nitrat lebih cepat berubah bila kena sinar lembayung. Jadi pada waktu itu orang telah mengetahui bahwa cahaya matahari dapat diuraikan melalui sebuah prisma. Sceele pula yang dapat menetapkan perubahan itu, sehigga tidak lenyap kembali, untuk itu dia menggunakan amoniak.




Tempat Photo Pre wedding di ponorogo

JIka sebelumnya tempat pre wedding di yogya, kali ini saya akan coba ekpos yang mungkin cocok untuk daerah ponorogo atau kota reog , ada beberapa sih yang cocok untuk photo pre wedding di ponorogo , yang mungkin temen temen bisa pilih di jadikan tempat photo pre wedding . Dibawah ini beberapa referensi tempat photo pre wedding di ponorogo.

1. Telaga Ngebel

2. Alun alun ponorogo




3. Air terjun Pletuk


Tempat Photo Pre wedding di Yogyakarta

Nah ini ada referensi bagi temen temen yang ingin melakukan photo pre wedding di jogja, Selain jogja di katakan sebagai kota berhati nyaman , tempat budaya, emang bener disini juga banyak tempat tempat yang bisa di jadikan lokasi pre wedding  di bawah ini beberapa tempat yang mungkin cocok bagi temen temen .

1. Kaliurang Yogya
2. Candi Prambanan Jogja


3. Tugu Jogja


4. Pantai Depok Jogja


5. Tamansari Jogja


dan banyak lagi tentunya , mungkin bisa akan saya upload lain waktu

Photo Bertemakan Cinta

Nah kali ini saya akan memposting beberapa gambara yang bertemakan cinta, tahu sendiri kan cinta itu ...seperti apa. Kadang manis , pahit, namun dari situ semua orang mendapatkan sesuatu yang bermakna dalam hidupnya yaitu cinta. Dengan beberapa gambar di bawah ini semoga yang sedang di landa dilema dalam cinta nya bisa mewakili ekspresi dilema cintanya. 




Teknik Mengambil Gambar yang Baik

Jiaka Pada Postingan Sebelumnya membahas bagaimana cara mengambil photo yang bagus , maka kesempatan kali ini akan mencoba membahas bagaimana teknik Mengambil gambar yang baik. Dan di bawah ini merupakan beberapa teknik untuk mengambil gambar yang baik. Versi KP (Koleksi Photography).

1. Fokus dengan benar
Dalam pencahayaan baik, Anda hampir selalu dapat mengandalkan autofocus. Untuk hasil yang maksimal, jangan percayakan pada kamera untuk memilih titik fokus. Gunakan titik fokus tunggal, fokuskan kamera pada objek yang Anda inginkan dengan menekan shutter setengah jalan, kemudian ubah komposisi. Jangan lupa, untuk mendapatkan ruang tajam terlebar gunakan focal length wide dan aperture terkecil.

2. Gunakan tripod
Kamera tidak boleh shake jika Anda ingin mendapatkan ketajaman maksimal. Untuk mencegah shake, tripod adalah solusi teraman. Dengan tripod Anda dapat menggunakan ISO terendah. Jika langkah ini dirasa masih kurang, matikan sharpening di dalam kamera dan sebagai gantinya gunakan Unsharp Mask di Photoshop yang memberikan hasil lebih baik.

3. Matikan image stabilizer
Jika Anda memutuskan menggunakan tripod, image stabilizer kamera harus dimatikan. Image stabilizer dirancang untuk meredam goncangan tangan pengguna. Jika kamera stabil, sistem ini justru dapat “bertingkah” membuat gambar blur. Kamera dengan system image stabilizer digital bahkan lebih parah lagi. Kamera tipe ini tidak akan memotret dalam resolusi maksimal dalam kondisi apapun jika image stabilizer aktif.

4. Mode [P], jangan mode auto
Uniknya hasil yang lebih baik, ada baiknya Anda menggunakan mode P kamera, dan bukan mode otomatis. Dalam mode P, biasanya Anda masih diperkenankan untuk mengubah parameter penting seperti ISO, white balance, atau EV adjustment. Mode ini tersedia di kebanyakan tipe.

5. Matikan Flash
Menonaktifkan flash seringkali banyak membantu. Kamera akan secara menangkap warna yang lebih natural dibandingkan dengan cahaya putih flash.

6. Koreksi dengan Photoshop
Dengan tool “levels” di Photoshop, Anda hanya memerlukan beberapa klik untuk memperindah warna. Dengan tool “Curves” Anda bahkan dapat melakukan adjustment yang lebih detil.

7. Overexposure mengurangi noise
Noise paling kuat pada area gelap sehingga jika bayangan mendominasi foto Anda, kemungkinan noise juga mendominasinya. Jika Anda memotret dengan sedikit overexposure, maka area shadow akan menjadi lebih terang dan menunjukkan lebih sedikit noise.

8. Gunakan timer
Getaran masih dapat merusak gambar, bahkan saat Anda memotret dengan tripod. Untuk menghindari goncangan saat menekan tombol shutter, gunakan fungsi timer yang terdapat pada setiap kamera. Banyak kamera terkini menyediakan jeda 2 detik yang memang dirancang untuk kegunaan ini